Bahaya Bagi Lingkungan dan Kesehatan, Ratusan Kilo Ikan Sapu-Sapu di Jakbar Dikubur

Sudin KPKP Jakarta Barat telah membasmi 234 kg ikan sapu-sapu sejak April 2026. Ikan invasif ini dimusnahkan karena merusak infrastruktur dan berisiko bagi kesehatan manusia.

April 29, 2026 - 23:01
Bahaya Bagi Lingkungan dan Kesehatan, Ratusan Kilo Ikan Sapu-Sapu di Jakbar Dikubur

JAKARTA - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat mengambil langkah tegas dengan membasmi sedikitnya 234 kilogram ikan sapu-sapu sejak 17 April lalu. Ratusan kilogram ikan tersebut dimusnahkan dengan cara dikubur guna memutus mata rantai populasi yang kian meresahkan.

Kepala Seksi Perikanan Sudin KPKP Jakarta Barat, Aas Asih, merinci bahwa jumlah tersebut merupakan akumulasi dari serangkaian penangkapan di wilayah Jakarta Barat. Sebagai perbandingan, di tingkat Provinsi DKI Jakarta, total ikan sapu-sapu yang berhasil diamankan telah mencapai 11 ton.

“Jumlahnya sampai sekarang ada 234 kilo yang sudah kita tangkap dan kubur. Kalau DKI kan 11 ton,” ujar Aas di Jakarta, Rabu (29/4/2026) malam.

Aas menambahkan, operasi penangkapan ikan sapu-sapu akan terus diintensifkan secara rutin setiap minggu. "Besok (Kamis, 30/4) kita mau tangkap lagi di Citra 5 dan selanjutnya rutin setiap minggu," jelasnya.

Meski demikian, upaya pembasmian telur ikan ini menemui kendala teknis. Petugas di lapangan mengaku kesulitan karena ikan sapu-sapu cenderung bertelur di lubang-lubang tersembunyi pada dinding turap kali.

Sifat Invasif dan Perusak Infrastruktur

Keberadaan ikan sapu-sapu, terutama di Kali Taman Semanan Indah, dinilai berbahaya bagi ekosistem karena sifatnya yang invasif. Spesies ini mendominasi habitat dan mengancam populasi ikan lokal lainnya. Tak hanya itu, kebiasaan ikan ini membuat lubang pada dinding turap untuk berkembang biak berdampak buruk pada infrastruktur, menyebabkan turap menjadi rapuh dan cepat rusak.

Risiko Kesehatan dan Penyalahgunaan

Selain dampak lingkungan, Aas menyoroti adanya ancaman kesehatan masyarakat. Pihaknya mewaspadai adanya oknum yang memburu ikan sapu-sapu untuk dijadikan bahan baku makanan olahan, seperti siomay.

Padahal, secara klinis, ikan sapu-sapu yang hidup di perairan Jakarta tercemar bakteri berbahaya seperti E. coli dan Salmonella. Selain itu, daging ikan ini juga terindikasi mengandung logam berat, termasuk timbal.

"Dikhawatirkan kalau ada masyarakat yang mengonsumsi itu secara terus-menerus, terakumulasi dalam tubuh manusia. Makanya (ikan sapu-sapu) mesti dibasmi," pungkas Aas.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow