11 Lulusan DIAZ Jambi 2026 Lolos Studi ke Universitas Azhar Melalui Jalur Cabang Resmi Al Azhar As Syarif
Keluarga besar Diniyyah Al Azhar (DIAZ) Jambi kembali menorehkan prestasi membanggakan. Sebanyak 11 lulusan tahun 2026 berhasil diterima di Universitas Al Azhar Mesir melalui jalur cabang resmi Al Azh
JAMBI - Keluarga besar Diniyyah Al Azhar (DIAZ) Jambi kembali menorehkan prestasi membanggakan. Sebanyak 11 lulusan tahun 2026 berhasil diterima di Universitas Al Azhar Mesir melalui jalur cabang resmi Al Azhar As Syarif.
Nama-nama yang lolos antara lain Chusnul Mubarok, M. Daud Rahman, M. Ilham Bumulo, Parel Reski Zali, Salsabila Insani J., Qory Mashitoh, Aulia Athifa Althafunnisa, Fasya Hat Rehan, Muhammad Zulfiqar, Muhammad Rafif, dan Zikri Juwandra. Dengan demikian, total seluruh lulusan DIAZ Jambi yang melanjutkan studi ke Al Azhar sejak 2023 menjadi 30 orang.
Direktur Pendidikan DIAZ Jambi, Ustaz H. M. Hafizh El Yusufi, M.Pd., menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari sertifikasi resmi cabang Al Azhar Mesir yang diperoleh sejak 2019.
Ini sebenarnya bagian benefit yang didapatkan anak-anak kita, setelah Diniyyah Al Azhar sejak tahun 2019 lalu, berhasil mendapatkan persetujuan tersertifikasi sebagai cabang resmi Al Azhar Mesir,” ujarnya.
Menurutnya, status sebagai cabang resmi Al Azhar Mesir menjadikan DIAZ diakui dalam penerapan standar pendidikan Al Azhar mulai dari jenjang SDIT hingga SMAIT/MA.
Dengan status cabang resmi, DIAZ menerapkan kurikulum, buku, ujian, hingga ijazah sesuai standar Al Azhar. Lulusan pun otomatis mendapat ijazah resmi yang dapat digunakan langsung untuk mendaftar kuliah di Kairo tanpa tes tambahan maupun proses di Kementerian Agama.
DIAZ Jambi saat ini menjadi satu-satunya lembaga pendidikan di Provinsi Jambi yang tersertifikasi sebagai cabang resmi Al Azhar Mesir.
Meski sertifikasi tersebut telah diperoleh sejak 2019, pengiriman lulusan ke Al Azhar Mesir baru dimulai pada 2023, dan kemudian terus berlangsung setiap tahun.
Ustadz Hafizh berharap para lulusan yang berangkat ke Mesir memanfaatkan kesempatan langka ini untuk mendalami ilmu dan mengoptimalkan potensi.
“Harapan kami, nanti mereka setelah lulus, akan menjadi apa saja tapi sekaligus seorang dai. Mereka bisa menjadi diplomat, pengusaha, dosen, pegawai negeri sipil dan lain sebagainya. Namun selalu bisa berdakwah dengan profesinya,” pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?