YUTFest 2026: Membaca Dinamika Kota Lewat Panggung Teater Urban

YUTFest 2026 di TBY usung tema “Pembacaan Atas Kota”, 6-8 Mei 2026. 6 kelompok teater terkurasi tampil di Concert Hall. Angkat isu sosial kota lewat seni kritis. Kapasitas 1.100 penonton per hari.

Mei 7, 2026 - 10:31
YUTFest 2026: Membaca Dinamika Kota Lewat Panggung Teater Urban

Taman Budaya Yogyakarta (TBY) kembali menghadirkan perhelatan seni pertunjukan yang dinanti-nantikan, yaitu Yogyakarta Urban Teater Festival (YUTFest) 2026. Mengusung tema “Pembacaan Atas Kota”, festival ini digelar secara maraton mulai Rabu hingga Jumat, 6–8 Mei 2026, di Gedung Concert Hall TBY, setiap pukul 19.00–22.00 WIB.

Tahun ini, festival yang sebelumnya dikenal dengan nama Gelar Teater Linimasa mengalami perubahan nama dan konsep, seiring dengan perubahan sumber pendanaan yang kini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik – BOP Museum dan Taman Budaya. Transformasi ini bertujuan untuk memperdalam gagasan artistik serta menghadirkan format pementasan yang lebih segar dan relevan dengan perkembangan zaman.

Kepala TBY, Purwiati, menjelaskan bahwa YUTFest 2026 dirancang dengan seleksi yang lebih ketat untuk memberikan ruang apresiasi yang optimal bagi penonton. Dari 25 kelompok teater yang mengajukan proposal, hanya enam kelompok terpilih yang berhak tampil, masing-masing membawa gaya artistik dan perspektif yang beragam.

“Jumlah kelompok yang tampil lebih terkurasi, sehingga penonton bisa menikmati setiap pertunjukan dengan lebih maksimal. Target penonton kami sekitar 1.100 orang sesuai kapasitas Concert Hall,” ujar Purwiati, Rabu (6/5/2026).

YOGYAKARTA - YUTFest 2026

Kurator festival, Elyandra Widharta, menambahkan bahwa makna “urban” dalam acara ini tidak hanya terbatas pada kehidupan kota secara fisik, melainkan sebagai cara untuk membaca dinamika sosial, budaya, dan perubahan yang terjadi di Yogyakarta melalui ekspresi seni.

“Teater di sini menjadi alat refleksi kritis. Setiap kelompok akan mengangkat isu-isu yang dekat dengan masyarakat, mulai dari pendidikan, lingkungan, hingga nilai-nilai lokal yang mulai bergeser,” jelas Elyandra.

Berikut jadwal dan kelompok yang akan tampil:

  • 7 Mei 2026: Emprit Sett Panggung dan Serbet Budaya yang akan menyajikan interpretasi unik tentang kehidupan perkotaan.
  • 8 Mei 2026: Mendak Creative dan Hurung Nemu yang akan menutup festival dengan pementasan pamungkas yang penuh makna.

Selain sebagai wadah kreativitas, YUTFest 2026 juga menjadi upaya TBY untuk merawat napas seni teater, terutama di kalangan generasi muda. Renovasi Gedung Concert Hall yang telah dilakukan juga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kualitas pertunjukan.

“Jujur, capeknya luar biasa sih dari persiapan sampai hari-H. Apalagi tahun ini konsepnya beda dan kurasinya lebih ketat. Tapi begitu lihat penonton antusias, aplausnya kencang, dan banyak yang bilang suka, rasanya langsung lega dan puas. Senang banget bisa ikut andil bikin acara seni sekeren ini di Jogja,” kata Dimas, Tim Produksi.

“Bagus banget acaranya! Ceritanya ngena banget sama kondisi sekarang, bikin mikir tapi juga tetap menghibur. Akting para pemainnya juga oke semua. Worth it banget datang ke sini, malam jadi berkesan banget, ” terang Rizky, seorang pengunjung.

Bagi masyarakat yang ingin menikmati seni teater yang kritis, estetik, dan dekat dengan realitas sosial, YUTFest 2026 menjadi acara yang tidak boleh dilewatkan. Tiket dan informasi lebih lanjut dapat diperoleh langsung di lokasi atau melalui kanal resmi Taman Budaya Yogyakarta. (*)

Pewarta: Yahya Haqul Mubin

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow