Waspada Ratusan Kasus DBD Menyerang Kota Malang, Satu Orang Meninggal

Masyarakat Kota Malang harus waspada terhadap kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebab, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat ada 156 kasus DBD di Kota Malang dan ...

Maret 28, 2024 - 14:30
Waspada Ratusan Kasus DBD Menyerang Kota Malang, Satu Orang Meninggal

TIMESINDONESIA, MALANG – Masyarakat Kota Malang harus waspada terhadap kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebab, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat ada 156 kasus DBD di Kota Malang dan satu diantaranya dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif mengatakan, apabila ada anggota keluarga yang mengalami gejala panas tinggi, kemudian gangguan pencernaan, gusi berdarah atau mimisan, bisa langsung dirujuk ke Puskesmas Pembantu atau langsung ke Puskesmas.

Jika nantinya perlu adanya penanganan lebih, pastinya pihak Puskesmas akan merujukkan ke rumah sakit terdekat.

"Ada 16 Puskesmas dan 33 Puskesmas Pembantu. Kami juga ada 500an Posyandu," ujar Husnul, Kamis (28/3/2024).

Ia mengungkapkan, faktor kebersihan sangatlah memengaruhi habitat tumbuh kembangnya jentik nyamuk Aedes Aedypti. Jentik-jentik nyamuk ini bisa berkembang biak di genangan air. Salah satu faktor yang memengaruhi, adalah mobilisasi warga.

Warga yang keluar dan masuk ke Kota Malang bisa saja membawa penyakit tersebut. Pasalnya, penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk yang dimana jika tak ditangani segera bisa menyebabkan meninggal dunia.

"Kami aktifkan sosialisasi aktif kepada masyarakat dalam upaya mengurangi adanya kasus demam berdarah. Kalau fogging pilihan terakhir, karena ada beberapa syarat. Satu adanya permohonan dari wilayah setempat, kedua teman teman akan mengadakan survey pemantauan bebas jentik dan nantinyanakan disimpulkan," ungkapnya.

Catatan 156 kasus DBD di Kota Malang ini, menurut Husnul masih dalam kategori sedang, meskipun sudah mengarah ke tinggi.

Apalagi, dengan adanya catatan meninggal dunia, tidak serta merta membuat Kota Malang berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti tahun sebelumnya.

Dijelaskan Husnul, daerah yang dikategorikan KLB jika peningkatan kasus sudah sangat signifikan atau 10 kali lipat dibandingkan periode yang sebelumnya.

Untuk kondisi Kota Malang sendiri, saat ini kenaikan tidak terlalu signifikan dibandingkan tahun 2023 lalu dibulan yang sama.

"Memang tingginya itu Maret hingga April. Masuknya kategori sedang. KLB itu meningkat drastis," katanya.

Laporan tahun 2023 lalu pada triwulan pertama, tercatat ada 151 kasus DBD di Kota Malang. Maka, peningkatan di tahun 2024 ini tidak terlalu signifikan.

Dalam laporan menyeluruh pada 2022 dalam dokumen kesehatan Kota Malang, terdapat 569 kasus DBD dalam kurun waktu satu tahun. 

Pada tahun 2022 tersebut memang paling tinggi dibanding empat tahun sebelumnya. Maka, masyarakat diminta betul-betul untuk waspada dan menjaga kebersihan lingkungan secara berkala.

"Perubahan cuaca tak menentu jika mengakibatkan munculnya potensi (DBD). Maka, memperhatikan kebersihan rumah dan lingkungan sekitar cukup penting dilakukan," ucapnya.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow