UNIFIL Gelar Penghormatan Terakhir bagi Praka Rico, Soroti Serangan terhadap Pasukan Perdamaian
UNIFIL menggelar penghormatan terakhir bagi Praka Rico Pramudia di Beirut setelah gugur akibat serangan di Lebanon. Serangan terhadap pasukan perdamaian disorot sebagai pelanggaran hukum internasional
JAKARTA - Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) memberikan penghormatan terakhir kepada prajurit TNI, Praka Rico Pramudia, yang wafat setelah hampir sebulan menjalani perawatan akibat luka serangan artileri di Lebanon selatan.
Upacara penghormatan digelar di Beirut, Minggu (26/4/2026), dipimpin Ketua Misi sekaligus Panglima UNIFIL, Mayjen Diodato Abagnara. Dalam pernyataannya, Abagnara menegaskan bahwa Praka Rico telah menjalankan tugas mulia di bawah panji Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menjaga perdamaian.
“Anda telah memberikan semua yang dimiliki demi perdamaian di tanah ini. Untuk itu, kami memberi penghormatan setinggi-tingginya,” ujar Abagnara dalam keterangan resmi UNIFIL yang dipantau di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Ia menambahkan, seluruh personel penjaga perdamaian akan melanjutkan dedikasi tersebut dengan tetap siaga dan bersatu dalam menjalankan mandat internasional.
Upacara tersebut turut dihadiri Duta Besar RI untuk Lebanon Dicky Komar, perwakilan Kementerian Pertahanan dan Angkatan Darat Lebanon Brigjen Maroun Azzi, serta perwakilan Kontingen Garuda di UNIFIL Kolonel Allan Surya Lesmana.
Dalam pernyataan resminya, UNIFIL menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 Tahun 2006. Tindakan tersebut dinilai berpotensi sebagai kejahatan perang dan harus diselidiki secara menyeluruh.
Praka Rico meninggal dunia pada Jumat (24/4/2026) setelah dirawat akibat luka yang diderita dalam serangan artileri di Adchit Al-Qusayr pada 29 Maret 2026. Temuan awal mengindikasikan proyektil berasal dari tank Merkava milik Israel.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan satu anak. Misi di Lebanon yang dijalankannya sejak awal April 2026 merupakan penugasan luar negeri pertamanya.
Dalam sebulan terakhir, Indonesia kehilangan empat prajurit TNI dalam misi UNIFIL. Selain Praka Rico, Praka Farizal Rhomadhon wafat dalam insiden 29 Maret yang sama. Sementara itu, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan gugur pada 30 Maret saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.
Di tengah meningkatnya ketegangan di Lebanon selatan, korban juga dialami negara lain. Prancis dilaporkan kehilangan dua tentaranya yang bertugas bersama UNIFIL setelah patroli mereka diserang pada 18 April 2026. (*)
Apa Reaksi Anda?