UIN Malang Segera Sebar Mahasiswa KKM ke 93 Desa di Kabupaten Malang

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) bakal segera menjalankan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler Periode 2024. Yakni yang akan dim ...

Desember 5, 2023 - 22:00
UIN Malang Segera Sebar Mahasiswa KKM ke 93 Desa di Kabupaten Malang

TIMESINDONESIA, MALANG – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) bakal segera menjalankan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler Periode 2024. Yakni yang akan dimulai pada 20 Desember 2023 hingga 31 Januari 2024.

Untuk mempersiapkan program tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Malang mengundang seluruh camat dan kepala desa di Kabupaten Malang, Selasa (5/12/2023).

Para camat dan kepada desa dihadirkan untuk diberikan sosialisasi sekaligus melakukan evaluasi KKM Reguler yang pernah dilakukan di Kabupaten Malang.

Kepala Pusat Studi Pengabdian Masyarakat UIN Malang, Dr. Syaiful Mustofa, M.Pd. mengungkapkan, ada 93 desa yang menjadi lokasi KKM pada tahun 2024 nanti. Sejumlah desa tersebut tersebar di tujuh kecamatan di Kabupaten Malang.

Ketujuh kecamatan tersebut ialah Tumpang, Wagir, Jabung, Poncokusumo, Ngajum, Turen, dan Wonosari. Tak hanya datang untuk mendengarkan sosialisasi, tujuh camat tersebut sekaligus menjadi narasumber dalam sesi arahan bersama dengan desa-desa di bawah naungan masing-masing.

Syaiful melanjutkan, fokus KKM 2024 ialah program utama yang dicanangkan Kabupaten Malang, yakni pencegahan stunting dan kemiskinan ekstrim, serta edukasi parenting dan moderasi beragama.

"Termasuk juga di dalamnya ialah pencegahan maraknya pernikahan dini yang menjadi concern di Malang Raya," ucapnya.

Dia menerangkan, pada periode imi, ada sebanyak 2906 mahasiswa UIN Malang akan resmi diterjunkan ke masyarakat untuk mengabdi sebagai program wajib di universitas. Pihak kampus meminta agar setiap kecamatan dan desa dapat membimbing para mahasiswa untuk memberdayakan masyarakat sekitar tempat KKM.

Pihak kampus juga ingin agar tidak ada permasalahan selama pelaksanaan program pengabdian itu. "Yang pasti kita semua ingin kegiatan ini aman selama 40 hari dan tidak menyalahi aturan pemerintah setempat," pungkas Syaiful.

Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Malang, Drs. Kasiyanto, M.M yang datang dalam acara sosialisasi tersebut mengatakan, ada tiga poin penting yang harus dilakukan untuk kesuksesan penyelenggaraan KKM, yaitu komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi. Tiga hal tersebut, menurutnya, wajib ada di setiap program yang dilakukan mahasiswa saat KKM.

Komunikasi yang dilakukan ialah antara pemerintah setempat yakni camat dan kepala desa, Dosen Pembimbing Lapangan, dan mahasiswa peserta KKM. "Selalu berkomunikasi untuk setiap aktivitas yang akan dilaksanakan," jelas Kasiyanto.

Selanjutnya, untuk memperlancar program kerja, peserta KKM diharapkan melakukan koordinasi dengan masyarakat setempat. Dalam koordinasi tersebut, harus dipastikan bahwa program KKM dan program desa selaras.

Terakhir, jika sudah mencapai kesepakatan, maka kolaborasi antar mahasiswa dan masyarakat diharapkan juga terjalin. "Dengan begitu program kerja apapun yang dicanangkan akan mencapai target," pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow