TMMD 128 Gresik Hampir Rampungkan Rumah Bu Sumani, Harapan Baru di Usia Senja

Senyum Bu Sumani tak henti mengembang setiap kali matanya memandang dinding rumah yang kini berdiri kokoh. Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah yang reyot dan bocor setiap kali hujan turun, perempu

Mei 16, 2026 - 13:00
TMMD 128 Gresik Hampir Rampungkan Rumah Bu Sumani, Harapan Baru di Usia Senja

GRESIK - Senyum Bu Sumani tak henti mengembang setiap kali matanya memandang dinding rumah yang kini berdiri kokoh. Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah yang reyot dan bocor setiap kali hujan turun, perempuan warga Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik itu akhirnya melihat harapan yang selama ini hanya tersimpan dalam doa.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 0817/Gresik, rumah Bu Sumani kini hampir rampung. Hingga Sabtu (16/5/2026), progres pembangunan telah mencapai sekitar 90 persen dan memasuki tahap akhir penyelesaian.

Sejak pagi, anggota Satgas TMMD bersama warga terus bergotong royong menyelesaikan pekerjaan finishing. Dinding rumah diplamir dan dicat, sementara instalasi listrik dipasang agar hunian tersebut segera layak ditempati.

“Sekarang tinggal tahap finishing. Hari ini mengecat, plamir, sama pasang instalasi listrik,” ujar Cahyo, salah seorang warga yang turut membantu pembangunan.

Di lokasi pengerjaan, suasana terasa hangat. Prajurit TNI dan warga bekerja tanpa sekat. Sesekali terdengar canda ringan di sela-sela pekerjaan, diselingi rehat singkat menikmati secangkir kopi hitam.

Bagi Bu Sumani, rumah ini bukan sekadar bangunan baru. Ini adalah awal dari kehidupan yang lebih tenang bersama anak dan cucunya.

“Alhamdulillah, sudah mulai selesai. Nanti saya, anak, dan cucu bisa tinggal di rumah yang bagus ini,” tuturnya dengan mata berbinar.

Program TMMD ke-128 di Desa Slempit menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya tembok dan atap. Lebih dari itu, TMMD menghadirkan rasa aman, martabat, dan harapan baru bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

Di balik cat yang mulai mengering dan lampu yang segera menyala, tersimpan cerita tentang gotong royong, kepedulian, dan kehadiran negara yang benar-benar dirasakan masyarakat.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow