Struktur Sisi Barat Benteng dan Saluran Air Kraton Pleret Ditemukan di Belakang Museum Purbakala

Struktur bangunan yang diduga benteng sisi barat kraton Pleret dan saluran air, ditemukan pada perluasan museum sejarah purbakala Pleret. ... ...

Maret 15, 2023 - 03:00
Struktur Sisi Barat Benteng dan Saluran Air Kraton Pleret Ditemukan di Belakang Museum Purbakala

TIMESINDONESIA – Struktur bangunan yang diduga benteng sisi barat Kraton Pleret dan saluran air, ditemukan pada perluasan museum sejarah purbakala Pleret. Dua struktur bangunan yang diduga bagian kraton Pleret ini, ditemukan pada kedalaman 124 Cm dari permukaan tanah. Berada pada ketinggian sekitar 58.188 Mdpl.

Tenaga ahli ekskavasi Danang Indra Prayuda mengatakan, penemuan ini berawal dari rencana perluasan areal museum sejarah purbakala di Pleret.  Rencana perluasan ke arah selatan dilakukan pada awal tahun 2022. Diawali survey terhadap lokasi yang sebelumnya lahan milik warga.

Pada tahap survey, Dinas Kebudayan DIY menemukan struktur bangunan yang diduga cagar budaya. Untuk mengamankan dan meneliti struktur yang diduga cagar budaya dilakukan ekskavasi pada 4 - 29 Maret 2022. Pada ekskavasi tahap pertama disimpulkan struktur benteng sisi barat kraton Pleret.

Ekskavasi tahap pertama dihentikan menyusul datangnya bulan puasa. Namun kembali dilakukan menyusul terdapatnya penambahan pembebasan luas lahan. Selain memperjelas struktur benteng sisi barat kraton Pleret. Pada ekskavasi tahap kedua 4 Februari - 13 Maret 2023, juga ditemukan pipa air dari tanah liat (plempem). 

Berdasarkan hasil identifikasi, struktur benteng sisi barat kraton Pleret disusun dari bata merah dan batu putih. Dengan ukuran bata merah panjang 30 Cm, lebar 16 Cm dan tebal 7 Cm. Struktur benteng tidak ditemukan utuh. Karena beberapa bagian hilang akibat kegiatan masyarakat di atas lahan tersebut.

Sementara untuk saluran air ditemukan 9 buah dengan panjang 62 - 65 Cm dan diameter 35 Cm. Terkait dengan fungsi saluran air, berdasarkan dugaan awal untuk membuang air keluar benteng. Untuk memastikan jenis air yang dibuang, sampel tanah dari saluran air sudah diambil. Sampel akan diteliti di laboratorium. 

"Penemuan struktur saluran air sangat unik, karena yang pertama di komplek kraton Pleret," tegas Tenaga Ahli Ekskavasi Dinas Kebudayaan DIY Danang Indra Prayuda saat dihubungi lewat telpon, Selasa (14/3/2023).

Hipotesa awal terhadap dua struktur tersebut, diduga  dibangun pada masa Amangkurat 1. Penemuan dua struktur ini melengkapi penemuan struktur yang ditemukan sebelumnya. Serta menjadi petunjuk untuk menemukan struktur lainnya untuk melengkapi susunan komplek kraton Pleret. 

Berdasarkan hasil ekskavasi, akan dilakukan pemetaan area untuk memastikan posisi cagar budaya dari struktur yang ditemukan sebelumnya. Seperti Kraton Pleret dan Benteng sisi timur. Agar memperoleh gambaran utuh terhadap komplek Kraton Pleret sebagai dasar mengambil langkah selanjutnya. 

Hasil pemetaan area juga akan menjadi acuan bagi Dinas Kebudayan DIY, untuk melakukan perluasan museum. Tujuannya agar tidak mengganggu keberadaan cagar budaya, mengingat keberadaan cagar budaya ini sangat penting. Sebagai bahan pembelajaran bagi generasi muda. 

Agar keberadaan cagar budaya areal Kraton Pleret dapat terjaga, pihaknya mengusulkan agar menjadi bagian display. Dilengkapi keterangan pendukung, maka akan menjadi media pembelajaran yang  menarik dan efektif. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow