Simposium Internasional Junjung Tinggi Martabat Manusia untuk Kehidupan Damai di Malaysia

Konsep martabat manusia, hak yang melekat pada setiap individu tanpa syarat, sebagaimana diungkapkan dalam Alquran sebagai 'karamah al insan,' menjadi sorotan utama dalam ...

Juli 6, 2023 - 22:00
Simposium Internasional Junjung Tinggi Martabat Manusia untuk Kehidupan Damai di Malaysia

TIMESINDONESIA, MALAYSIA – Konsep martabat manusia, hak yang melekat pada setiap individu tanpa syarat, sebagaimana diungkapkan dalam Alquran sebagai 'karamah al insan,' menjadi sorotan utama dalam simposium internasional yang bertajuk "Martabat Manusia dan Kehidupan Damai" yang diadakan di Hotel Seri Pacific pada tanggal 5 hingga 6 Juli 2023.

Simposium selama dua hari tersebut mengumpulkan 60 sarjana, peneliti, dan intelektual dari Malaysia, Indonesia, Amerika Serikat, Britania Raya, Qatar, dan Australia. Peserta terdiri dari intelektual Muslim, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Baha'i, yang menekankan representasi keberagaman agama.

Para sarjana Islam yang hadir sepakat mengkaitkan pandangan mereka tentang martabat manusia dengan mengutip ayat Alquran, Surat Al-Isra ayat 70, yang menyatakan, "Sesungguhnya Kami telah menghormati anak-anak Adam, Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami berikan rezeki yang baik kepada mereka serta Kami lebihkan mereka daripada banyak makhluk yang telah Kami ciptakan dengan kelebihan yang jelas."

Allah telah memberikan kemurahan dan kebaikan yang tak terhingga kepada umat manusia, memuliakan anak cucu Adam dengan segala bentuk penghormatan. Namun, dalam realitas kehidupan, banyak individu yang melupakan hak-hak dasar ini dan melampaui batas dengan mencampuri hak orang lain.

"Haluan nilai-nilai martabat manusia ini perlu disebarkan secara luas di tengah masyarakat agar manusia memiliki pemahaman yang lebih dalam dalam menghormati hak-hak sesama dalam komunikasi dan interaksi sosial," ujar Halim Mahfudz, Ketua Badan Wakaf Pesantren Teburieng.

Dalam praktik sehari-hari, hubungan antarmanusia yang dipengaruhi oleh berbagai kepentingan, baik itu ekonomi, politik, maupun sosial, seharusnya didasarkan pada prinsip-prinsip martabat manusia, yang menjadi dasar hak asasi manusia.

Simposium ini menjadi platform pertukaran pemikiran yang mendorong peserta untuk mengeksplorasi beragam interpretasi mengenai martabat manusia dalam agama-agama mereka masing-masing.

Simposium ini menekankan pentingnya menjunjung tinggi hak-hak dan martabat setiap individu dalam upaya menciptakan kehidupan damai di masyarakat di seluruh dunia.

Acara tersebut ditutup dengan seruan untuk terus berupaya mempromosikan dan menanamkan nilai-nilai martabat manusia di semua lapisan masyarakat. Dengan memahami dan menghargai hak-hak dasar sesama, umat manusia dapat berjuang menuju dunia yang lebih harmonis dan adil.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow