Polresta Sleman Evakuasi 11 Bayi dari Daycare di Pakem, Tiga Bayi Alami Gangguan Kesehatan
Kasus ini menjadi perhatian publik karena sebagian besar orang tua bayi diketahui masih berstatus mahasiswa dan belum menikah.
SLEMAN - Polresta Sleman mengevakuasi sebanyak 11 bayi dari sebuah tempat penitipan anak (daycare) di wilayah Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Langkah evakuasi dilakukan karena tempat penitipan tersebut disebut belum memiliki pendampingan dan penanganan dari tenaga kesehatan profesional.
Kasat Reskrim Polresta Sleman, Mateus Wiwit Kustiyadi mengatakan kasus ini menjadi perhatian publik karena sebagian besar orang tua bayi diketahui masih berstatus mahasiswa dan belum menikah.
“Kasus ini menjadi perhatian karena latar belakang orang tua bayi yang sebagian besar masih mahasiswa,” ujarnya.
Tiga Bayi Ditemukan Alami Kondisi Kesehatan Khusus
Setelah proses evakuasi dilakukan, seluruh bayi menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis rumah sakit bersama Dinas Kesehatan.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan tiga bayi mengalami kondisi kesehatan yang sebelumnya belum terdeteksi.
Ketiga bayi tersebut diketahui mengalami gangguan kesehatan berupa sakit kuning, hernia, serta kelainan jantung bawaan.
Meski demikian, kondisi ketiganya dilaporkan telah membaik. Bayi dengan kelainan jantung saat ini telah kembali bersama ibunya, namun masih mendapatkan pendampingan dan pemantauan dari Dinas Sosial.
Saat ini seluruh bayi berada di bawah pengawasan dan perawatan Dinas Sosial.
Orang tua juga diberikan kesempatan menjenguk anak mereka melalui mekanisme asesmen dan pendampingan petugas sosial guna memastikan keamanan serta kenyamanan bayi.
Penyelidikan Dugaan Pelanggaran Masih Berjalan
Polresta Sleman menegaskan proses pendalaman masih berlangsung terkait dugaan penelantaran maupun pola pengasuhan yang tidak sesuai. Hingga kini, kepolisian belum mengambil kesimpulan resmi atas kasus tersebut.
Selain itu, isu dugaan adopsi ilegal dan praktik jual beli bayi yang disebut melibatkan seorang bidan juga masih dalam tahap penyelidikan.
Pihak kepolisian menyatakan belum menemukan bukti yang mengarah pada praktik tersebut.
Untuk menangani kasus ini, Polresta Sleman telah membentuk tim khusus dan terus mengumpulkan data serta keterangan dari berbagai pihak.
Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Kesehatan, puskesmas setempat hingga Ikatan Bidan Indonesia guna menelusuri dugaan ketidaksesuaian laporan pelayanan persalinan.
Sementara itu, rencana pengembalian bayi kepada masing-masing orang tua masih dibahas bersama instansi terkait dan belum diputuskan.
Polisi memastikan seluruh proses penanganan dilakukan dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak, termasuk aspek kesehatan, tumbuh kembang, hingga kondisi psikologis mereka ke depan. (*)
Apa Reaksi Anda?