Pentingnya Pola Makan Tinggi Serat dan Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes Melitus

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di seluruh dunia. International Diabetes Federation (IDF) tahun 2021 memperkirakan 537 juta

April 24, 2026 - 08:31
Pentingnya Pola Makan Tinggi Serat dan Kontrol Gula Darah Penderita Diabetes Melitus

MALANG - Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di seluruh dunia. International Diabetes Federation (IDF) tahun 2021 memperkirakan 537 juta (10,5%) orang hidup dengan diabetes di seluruh dunia dan diperkirakan akan meningkat menjadi 643 juta (11,3%) tahun2030 hingga 783 juta (12,2%) pada tahun 2045.

 Indonesia, dengan 19,47 juta penderita diabetes pada tahun 2021 menduduki peringkat 5 dari 10 negara dengan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia.

 Laporan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018 menunjukkan peningkatan prevalensi diabetes Melitus (DM) menjadi 8,5%.

 Diabetes Melitus (DM) Adalah suatu sindroma hiperglikemia yang sering disertai kelainan metabolisme yang terkait (lemak dan protein), yang disebabkan oleh karena defek sekresi dan jumlah insulin ataupun kombinasinya dengan resistensi insulin yang merupakan penyebab awal defek sekresi dan jumlah insulin tersebut (Tjokroprawiro, 2015).

Tabel. Kadar Tes Laboratorium Darah untuk Diagnosis Diabetes Sumber : 

American Diabetes Association Professional Practise Committee.2022Ada 4 pilar penting dalam penatalaksanaan DM (Diabetes Melitus) yaitu edukasi, terapi gizi (pola diet) , latihan jasmani dan farmakologi. Diet adalah terapi utama pada diabetes mellitus tipe 2, maka setiap penderita semestinya menjalankan diet yang tepat agar tidak terjadi komplikasi, baik akut maupun kronis. (Astari, 2016).

Salah satu aspek penting dalam pengelolaan terapi gizi adalah pengaturan pola makan. Penatalaksanaan pola makan pada penderita Diabetes melitus adalah 3 J yaitu Tepat Jenis, Tepat Jumlah dan Tepat Jadwal.

Tepat Jenis salah satunya adalah Asupan serat. Pola makan Tinggi serat menjadi salah satu strategi yang direkomendasikan karena berperan dalam mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan kesehatan metabolik secara keseluruhan (Slavin, 2013).

Serat berperan dalam memperlambat proses pencernaan karbohidrat sehingga kadar gula darah meningkat secara bertahap. Selain itu, konsumsi serat dapat meningkatkan sensitivitas insulin (Slavin, 2013).

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi tinggi serat memiliki dampak signifikan terhadap kontrol glikemik pada penderita Diabetes Mellitus. antara lain:1. Menurunkan HbA1cBerdasarkan penelitian Silva et al. (2013), serat mampu menurunkan kadar HbA1c secara signifikan dan menurunkan glukosa darah puasa. HbA1c turun sekitar 0,55% ; Glukosa darah puasa turun sekitar 9–10 mg/dL. Ini menunjukkan bahwa serat efektif sebagai terapi tambahan dalam pengelolaan diabetes.2.

Mengontrol glukosa darah puasaPenelitian oleh Xie et al. (2021) menunjukkan bahwa konsumsi serat larut dapat secara signifikan menurunkan kadar glukosa darah puasa dan dan memperbaiki resistensi insulin pada penderita diabetes tipe 23.

Mengurangi risiko komplikasi Studi oleh Fujii et al. (2013) dalam Nutrition Journal menunjukkan bahwa konsumsi serat tinggi berhubungan dengan kontrol gula darah yang lebih baik dan penurunan faktor risiko kardiovaskular. Diet tinggi serat tidak hanya mengontrol gula darah, tetapi juga mengurangi resiko komplikasi diabetes. 4.

 Meningkatkan sensitivitas insulin Penelitian (Mao et al., 2021) menunjukkan bahwa serat dapat meningkatkan sensitivitas insulin serta memperbaiki kontrol glikemik jangka pendek dan panjang

 5. Memiliki kemampuan memperlambat penyerapan glukosa dalam usus Menurut Jenkins et al. (2002), makanan dengan kandungan serat tinggi memiliki indeks glikemik yang lebih rendah sehingga lebih aman bagi penderita Diabetes Mellitus.

 Serat larut membantu menurunkan respons glikemik makanan dengan memperlambat penyerapan glukosaUntuk penderita Diabetes Mellitus (DM), tujuan pengaturan serat bukan sekadar asupan tinggi, tapi juga membantu mengontrol gula darah.

 Prinsipnya: pilih serat tinggi + indeks glikemik rendah + karbohidrat kompleks. Kebutuhan serat pada penderita DM adalah sekitar 25–35 g/hari dan utamakan serat larut (soluble fiber) yang dapat membantu menurunkan lonjakan gula darah setelah makan.

Sumber serat terbaik (berdasarkan Tabel Komposisi Pangan Indonesia) :• Lebih dianjurkan: Oat (±10,6 g), Kacang hijau (±7,6 g), Jambu biji (±5,4 g), Wortel (±3 g), Ubi jalar (±3 g), Beras merah (±1,8 g), Kedelai (±3,7 g), Bayam (±2,2 g), Kangkung (±2,6 g), Wortel (± 3,0 g), Daun singkong (± 1,9 g), Apel (± 2,6 g), Pisang (± 2,0 g), Pepaya (±1,8 g)• Perlu dibatasi (karena IG lebih tinggi / rendah serat): Nasi putih, Singkong berlebihan, Makanan olahan (tepung halus, roti putih).

Tips penting untuk penderita Diabetes Melitus agar dapat mengontrol gula darahnya dengan menerapkan pola makan tinggi serat secara konsisten yaitu : Mengganti nasi putih dengan nasi merah, Mengonsumsi buah utuh, Menambahkan sayur di setiap makan, Menghindari makanan olahan tinggi gula, Hindari jus buah (serat hilang dan gula cepat naik), Kombinasikan serat dengan protein (tempe, tahu), Makan teratur untuk stabilkan gula darah dan Perbanyak air supaya serat bekerja optimal. 

***

*) Oleh: Yuyun Erlina Susanti, S.Gz., M.Kes., RD (Anggota DPC Persagi Kota Surabaya)

*) Tulisan ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow