Pemkot Banjar Tak Siapkan Anggaran, Orang Tua Atlet Popwilda Jabar Dimintai Iuran Rp1,5 Juta
Iuran sebesar Rp1,5 Juta untuk menutupi biaya transportasi dan akomodasi selama turnamen berlangsung di Bandung.
BANJAR - Pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah Jawa Barat (Popwilda Jabar) yang seyogianya menjadi panggung prestasi bagi atlet muda, kini justru menuai keluhan dari para orang tua murid di Kota Banjar.
Muncul kabar bahwa orang tua atlet cabang olahraga (cabor) sepak bola diminta iuran sebesar Rp1,5 Juta untuk menutupi biaya transportasi dan akomodasi selama turnamen berlangsung di Bandung.
Keluhan tersebut mencuat dari Erna Nurzaman, salah satu orang tua atlet yang mempertanyakan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar dalam mendukung talenta muda lokal.
"Apakah Popwilda Kontingen Kota Banjar tidak dikasih anggaran oleh Pemkot? Seharusnya semua atlet yang mengatasnamakan dan mewakili suatu daerah, akomodasi, transportasi, bahkan uang saku semua ditanggung oleh Pemda tersebut," keluh Erna.
Erna berharap Pemerintah memberikan perhatian yang pantas bagi para atlet Popwilda yang akan berjuang dengan membawa nama daerahnya.
"Mudah-mudahan tidak harus semuanya turur ditanggung oleh atlet. Kalaupun kami orangtua ikut berkontribusi ya di angka yang wajar, maksimal Rp500 ribu. Itung-itung kami memberikan uang jajan untuk anak-anak kami. Kan kasihan kalau ada anak yang punya potensi tapi secara finansial ga mampu," harapnya.
PSSI Kota Banjar: Sifatnya Mandiri, Tidak Ada Paksaan
Menanggapi hal tersebut, Ketua PSSI Kota Banjar, Acep Anggi D Sihombing, membenarkan adanya rapat koordinasi dengan para orang tua atlet hasil seleksi pada hari ini.
Namun, ia menegaskan bahwa iuran tersebut merupakan hasil musyawarah dan sifatnya sukarela, bukan paksaan. Acep menjelaskan kronologi mengapa opsi patungan ini diambil yaitu dampak ketiadaan anggaran Pemkot.
"Sejak awal, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menyampaikan bahwa tidak ada alokasi dana untuk keberangkatan Popwilda tahun ini. Pemkot hanya memfasilitasi biaya pendaftaran kompetisi dan izin penggunaan stadion untuk latihan," ujarnya kepada TIMES Indonesia, Senin (1/6/2036).
Ketua PSSI mengungkap bahwa konsep tersebut adalah inisiatif Cabor atas dasar pertimbangan PSSI dan para pelatih yang menyayangkan jika potensi anak-anak hilang begitu saja karena absen di event resmi sekelas Popwilda.
"Hasil Musyawarah, dari 30 anak yang lolos seleksi awal (dari total 57 peserta), para orang tua diundang untuk dicarikan solusi. Sekitar 90% orang tua yang hadir menyatakan sepakat untuk patungan demi jam terbang anak-anak mereka. Sementara, untuk besaran angka belum fix, kita masih bisa diskusikan bersama," ungkapnya.
PSSI Kota Banjar juga membebaskan jika ada perwakilan orang tua yang ingin mengelola langsung dana tersebut. PSSI sendiri membantu memfasilitasi kebutuhan logistik yang tersisa seperti jersey dan peralatan latihan gratis.
"Kami tidak ada paksaan. Kami kembalikan ke orang tua, kalau mau silahkan, kalau enggak pun kami tidak ada beban. Ini murni agar anak-anak punya panggung di kompetisi resmi. Dari 30 anak ini, regulasi hanya meminta 20 pemain, jadi nanti kita lihat siapa saja yang memang siap dan serius untuk berangkat," ujar Acep Anggi.
Pelaksanaan Popwilda sendiri rencananya akan mulai bergulir pada pertengahan bulan ini, tepatnya sekitar tanggal 20 Juni 2026.
Ketua KONI Kota Banjar Sentil Pemkot
Di sisi lain, Ketua KONI Kota Banjar, Soedrajat, turut menyayangkan kondisi yang terus berulang setiap tahunnya ini.
Meski secara struktural Popwilda berada di bawah ranah Dispora (kategori pelajar) dan bukan di bawah KONI (kategori prestasi umum), Doglo menilai Pemkot Banjar kurang matang dalam melakukan perencanaan anggaran.
"Ini kan agenda rutin tiap tahun, kenapa tidak menjadi prioritas? Ini membawa nama baik Kota Banjar. Kenapa tidak dianggarkan minimal untuk transportasi dan makan? Kasihan anak-anak sekolah harus memikirkan biaya sendiri," kritik Doglo.
Ia menambahkan bahwa jika KONI memiliki agenda 4 tahunan sekali, Popwilda yang bergulir setiap tahun seharusnya sudah bisa diprediksi dan dimasukkan ke dalam perencanaan anggaran daerah sejak jauh-jauh hari.
Dispora Akui Anggaran Kosong
Saat dikonfirmasi, Kepala Dispora Kota Banjar, Kaswad, membenarkan bahwa anggaran Pemkot untuk kegiatan olahraga pelajar tahun ini memang tidak tersedia.
Tidak hanya Popwilda, beberapa ajang olahraga lainnya pun mengalami nasib serupa.
"Betul, Popwilda tidak ada anggaran. Bahkan tidak hanya Popwilda saja, Porsenitas dan Peparda juga sama tidak ada anggaran," ujar Kaswad singkat.
Meski demikian, pihak Dispora mengapresiasi langkah mandiri yang coba ditempuh oleh cabor seperti PSSI agar para atlet muda di Kota Banjar tetap bisa menyalurkan bakatnya di tingkat regional. (*)
Apa Reaksi Anda?