Mahasiswa FAI Unisma Malang Kawal Peningkatan Karakter Melalui Seni Islami di SMP BSS

SMP Universitas Brawijaya merupakan suatu Lembaga Pendidikan formal yang berada dibawah naungan Universitas Brawijaya

September 13, 2023 - 16:30
Mahasiswa FAI Unisma Malang Kawal Peningkatan Karakter Melalui Seni Islami di SMP BSS

TIMESINDONESIA, MALANG – SMP Universitas Brawijaya merupakan suatu Lembaga Pendidikan formal yang berada dibawah naungan Universitas Brawijaya. SMP BSS berdiri pada 1997 dengan nama SMP Dharma wanita UNIBRAW yang kemudian beralih nama menjadi SMP Brawijaya Smart School pada November 2010.

SMP BSS juga merupakan sekolah dengan basis yang sama dengan UNISMA yakni, mengasah kemampuan akademik peserta didik dan mengedepankan karakter religi. Oleh karena itu kegiatan PPL mahasiswa UNISMA disini dapat berjalan berjalan beriringan dengan ekosistem kegiatan di BSS, seperti halnya kegiatan kerohanian, kegiatan SKI yang mempunyai berbagai cabang kinerja yang cukup banyak (TIM IT SMP BSS, 2020).

Kegiatan religi meliputi kegiatan jema’ah Sholat Dhuha, sholat Dzuhur, sholat Ashar, dan sholat Jum’at yang seluruhnya dialokasikan di masjid al-Fattah BSS. Kegiatan religi juga berbentuk Pendidikan seperti: kegiatan Smart Qur’an dengan metode ummi yang dilaksanakan sebelum kegiatan sholat Ashar berjama’ah, kemudian ada kegiatan smart Bible, smart Wedha dan pelayanan rohani.

Dari sinilah istilah peningkatan karakter religi itu terlahir dan yang melahirkan karakter religi yang lain. Seperti Sie Kerohanian Islam (SKI) misalnya, SKI merupakan organisasi intra sekolah yang memiliki basic religious. Maka berdasarkan narasumber yang kami wawancarai pada Rabu 30 Agustus 2023 yang memaparkan bahwasannya Sie diartikan sebagai Seksi Kerohanian Islam, berdasarkan berbagai macam struktur dalam organisasi ini seperti banyaknya struktur perangkat seperti seksi-seksi, ujar narasumber.

Kegiatan dari organisasi ini antara lain: pekan pertama yakni kegiatan al-Banjari, kemudian pekan kedua yakni rapat rutinan yang membahas tentang berbagai event hari besar islam. Kemudian program imam shalat Dhuha setiap hari sebelum jam istirahat yang dijadwalkan secara bergantian oleh anggota dari organisasi SKI,

Kemudian bilal shalat Jumat, kemudian amal jum’at yang akan digelar secara keliling ke berbagai penjuru kelas, muroja’ah hafalan Al Quran Juz 30 sebelum kegiatan rapat dimulai dan event kunjungan ke panti asuhan di berbagai penjuru Malang raya. Organisasi SKI diketuai oleh sdr. Alfi siswa kelas 9 yang sekaligus menjadi narasumber.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

1.      Al-Banjari

Kegiatan al-Banjari diselenggarakan di ruang kelas 8 A yang digunakan secara khusus untuk tim penabuh terbang. sedangkan untuk tim vokal diselenggarakan di ruang kelas 8 C. Kegiatan kedua tim tersebut dilaksanakan secara terpisah demi hadirnya kualitas pembingbingan yang lebih relevan, sehingga siswa dapat mempelajari secara fokus terkait bidang/ tim yang ditempatinya.

Kegiatan al-Banjari diselenggarakan pada setiap dua pekan sekali secara bergantian dengan kegiatan rapat SKI yaitu, pada pekan pertama dengan kegiatan al-Banjari dan pekan kedua dengan kegiatan rapat SKI. Kegiatan al-Banjari digelar untuk adanya pertunjukan/pentas sekolah yang didalamnya terdapat pembukaan berupa al-Banjari. Dengan kesiapan yang mapan maka ekstra ini sudah mempersiapkan pelatihan kepada peserta didik agar berlatih lebih efisien dan sewaktu ada event disekolah, tim al-Banjari sudah siap untuk pentas dihadapan hadirin sekalian.

Kegiatan al-Banjari dilakukan dengan cara dibagi menjadi dua tim yang berbeda ruangan, yaitu tim penabuh dengan kegiatan mempelajari seni menabuh terbang/rebana yang terdiri dari 3 orang penabuh seni lanangan dan 3 orang penabuh seni wedo’an serta 1 orang penabuh bass. sedangkan kegiatan vokal diselenggarakan di kelas terpisah dengan mempelajari tehnik menjadi vokal suara 1,2,3 dan backing serta menghafalkan lagu-lagu yang mudah dihafalkan ritme dan nadanya oleh siswa.

Pada kegiatan albanjari dibina oleh habib Husein al-Haddad yang mengajari siswa dengan seni menabuh terbang/ arbana, sedangkan ust. Rochim mengajari siswa untuk mengolah vokal. Kegiatan klasifikasi tempat ini dilakukan demi efisiensi serta optimalisasi dari pelatihan itu sendiri, pasalnya apabila peserta didik di masing-masing fan tersebut sudah mahir mereka akan disatukan untuk membentuk kekompakan antara intonasi lagu dan ritme dari rebana beserta alat musik yang lain.

Pada kegiatan Banjari ini mahasiswa PPL dari UNISMA mendampingi para peserta didik yang mempelajari seni tersebut dengan ikut serta mengkoordinasi siswa SMP BSS sekaligus belajar kepada habib Husein al-Haddad dan Ust. Rochim.

2.      Rapat SKI

Kegiatan dari seni kerohanian islam kali ini adalah rapat SKI yang diselenggarakan di Masjid al-Fattah yang terletak di Kawasan SMP Brawijaya Smart School (BSS). Kegiatan ini biasa mengkaji tentang event hari besar islam yang akan tiba dengan dibina oleh bapak Wahyu selaku guru pembimbing dalam kegiatan ini, kegiatan rapat SKI dibuka dengan muroja’ah hafalan al-Qur’an juz 30 kemudian memaparkan satu hadist yang bersangkutan kemudian dibahas sesuai dengan tema yang disajikan yang akan dilanjut oleh ketua organisasi untuk melanjutkan rapatnya hingga usai.

Kegiatan rapat SKI digelar setiap dua pekan sekali yang beriringan dengan kegiatan al-Banjari. Yakni pada hari Jum’at pada pukul 14:00 setelah kegiatan pramuka pekan kedua kemudian pekan selanjutnya al-Banjari, begitu seterusnya siklus perputaran dari 2 kegiatan tersebut silih berganti sseperti siang dan malam “ujar Alfi sang Narasumber”. Rapat SKI digelar untuk mengkaji berbagai topik kajian islam, seperti halnya ilmu fiqh yang mana para audiens dipimpin oleh ketua organisasi dalam pengkajiannya yang mengkaji tentang beberapa topik terkait seperti iedul adha yang mengkaji tentang hari besar islam yang didalamnya terdapat kajian tata cara shola tied, menyembelih hewan qurban, dan lain-lain. Oleh karena itu rapat ini merupakan kegiatan komponen inti dalam organisasi SKI.

Pada kegiatan ini mahasiswa PPL UNISMA melakukan penyelidikan dan pendampingan dalam kegiatan rapat SKI untuk menganalisis kegiatan ini dengan akurat, sehingga kemunculan berita pada Sebagian besar kegiatan SKI adalah dengan cara observasi/ survey secara langsung. Mahasiswa Unisma juga ikut serta dalam rapat tersebut yang didampingi oleh Wahyu Sukartono.

3.      Kegiatan kerohanian Sholat Dhuha, Dzuhur dan Jum’at

Kegiatan selanjutnya yaitu kerohanian, dalam hal ini mahasiswa PPL Unisma hanya ikut mendampingi dalam kerohanian Islam. Sedangkan kegiatan yang lain seperti Smart Bible dan Wedha mahasiswa PPL Unisma tidak ikut serta mendamppinginya.

Berdasarkan kata “kerohanian” lahirlah berbagai macam kegiatan darinya, seperti: kegiatan kerohanian sholat Dhuha, Dzuhur dan Jumat.

A.      Kegiatan shalat Dzuhur

Dalam kegiatan Shalat fardlu Dzuhur yang digelar dengan berjama’ah ini mahasiswa PPL Unisma berturut serta dalam memimpin jalannya kegiatan sholat berjemaah tersebut, dan Ahmad Mukhtar Ma’ruf ditunjuk menjadi imam. Nah, Dalam jadwal imam shalat Dzuhur para guru dijadwalkan menjadi imam setiap hari yang akan bergiliran disetiap pekannya. Ahmad Mukhtar Ma’ruf terjadwal menjadi imam Shalat Dzuhur di hari Kamis dan selebihnya akan di Imami oleh para guru yang lain.

B.      Kegiatan shalat Jumat

Pada kegiatan ini pelaksanaan Khutbah dan imam akan digelar oleh para dewan guru dari SMP BSS, sedangkan bilal yang bertugas ialah dari anggota organisasi SKI. Dalam kegiatan ini mahasiswa UNISMA menjadi mustami’ dan ma’mum yang ikut serta dalam syarat sah-nya pelaksanaan tersebut.

Terdapat beberapa kemusykilan dalam pelaksanaan sholat Jum’at yang kami temukan di SMP BSS, diantaranya: yang pertama kegiatan sholat Jum’at seharusnya ditekankan oleh para mukim yaitu seseorang yang di tempat tinggalnya mendengar seruan Adzan, kemudian mereka para mukim yang akan berpartisipasi dalam sah-nya pelaksanaan Khutbah Jum’at menurut berbagai literatur madzhab Syafi’i. sedangkan perhitungan para jama’ah sidang jum’at merupakan para musafir (safar qashr) yang mana Sebagian besar tempat tinggal mereka tidak mendengar adzan dari masjid tersebut, Maka dalam kasus ini ulama’ berbeda pendapat. Menurut makalah Fath al-Mu’in yang ditulis oleh syaikh Zainuddin al-Malibariy beliau menetapkan ketetapan sah-nya hukum sholat Jum’at dari mereka yang melewati/menetap sementara (para hadirin) disuatu tempat yang disitu jama’ah sidang Jum’atnya kurang dalam pelaksanaan sholat Jum’at, kemudian sejalan juga dengan pendapat kalangan imam Abu Hanifah dalam makalah al-Ubab, yaitu diharuskan bagi rakyat dengan tempat kelahirannya (kabupaten) sebagai batasan bagi masyarakat yang diharuskan melaksanakan sholat Jum’at yang lebih general. Akan tetapi guru kami RKH. Muhammad Badruddin Anwar, beliau memberikan pemaparan bahwasannya sholat Jum’at yang digelar di masjid An-Nur2 masih tetap mengundang para masyarakat sekitar meskipun jama’ah Jum’at dihadiri oleh ribuan santri, hal ini beliau lakukan karena ihtiyath/menjaga dan mengambil aman diantara beragam pendapat yang dipaparkan oleh Ulama’ salaf.

Kedua, syarat Khutbah yang harus diperdengarkan dan didengar oleh 40 hadirin. dalam hal ini imam al-Ghazzali menetapkan syarat tersebut didalam makalahnya (al-Washit) yang berpendapat sama dengan makalah al-Roudhah. Maka berdasarkan observasi yang kami selaku mahasiswa PPL UNISMA lakukan.

Khutbah sholat Jum’at tidak didengarkan oleh sebagian besar para hadirin dan setidaknya kurang dari 40 hadirin yang mendengarnya, hal ini disebabkan oleh speaker/pengeras suara yang secara tiba-tiba konslet dan mendadak mati.

Kemudian para hadirin-pun seraya berbincang-bincang dan bercanda tawa dengan teman sebayanya dan hal ini langsung ditangani pada pekan Jum’at berikutnya dengan baik, hanya Sebagian kecil saja dari para hadirin yang bercanda dengan teman sebayanya/setidaknya terdapat Sebagian besar yang mendengarkannya.

Berdasarkan problematika diatas sebelum adanya penanganan dari dewan guru SMP BSS, kami memiliki beberapa asumsi tentangnya, yakni: menurut guru besar dari penulis pertama yang kami kutip, dari makalah Fath al-Wahab karya syaikh Zakariyya al-Anshari yang berasumsi terbalik dengan imam al-Ghazzali bahwasannya Khutbah Jum’at yang wajib diperdengarkan oleh para hadirin sekalipun mereka tidak mendengarkannya.

Begitu juga dalam buku tafsir al-Misbah karya Prof. Quraish Shihab yang berasumsi pada keterangan QS. Al-Jumu’ah: 11, dengan asumsi minimum didengarkan oleh 3 orang dari hadirin tersebut yang berlandaskan dari asbabunnuzul ayat tersebut dari berbagai perawinya, kemudian pendapat ini kami simpulkan dengan pendapat dari kalangan imam Abu Hanifah berdasarkan makalah al-Ubab.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Dapat disimpulkan dari demikian pemaparan dengan ketetapan sah-nya pelaksanaan sholat Jum’at yang digelar di masjid al-Fattah SMP BSS. Tetapi alangkah sempurnanya dengan mengajak rakyat yang menetap disekitar serta memberikan pengeras suara diatas agar adzan dapat didengar oleh masyarakat sekitar untuk lebih menghati-hati pelaksanaan sholat Jum’at. Kemudian baiknya, para dewan guru juga sudah menangani masalah kedua yang membuat lebih bagusnya perkembangan pelaksanaannya pada pekan berikutnya.

C.      Kegiatan sholat Dhuha

Pada kegiatan kerohanian pelaksanaan sholat Dhuha di SMP BSS digelar dengan dipimpin/ imam oleh anggota dari organisasi SKI kemudian diikuti dengan seluruh siswa SMP BSS yang lain sebagai ma’mum. Mereka para anggota organisasi SKI terjadwal menjadi imam sholat Dhuha secara begilir. Para imam distruktur untuk dilatih menjadi imam sholat pada kegiatan ini, disusul dengan memimpin do’a setelah sholat Dhuha.

4.       Kegiatan amal Jumat

Pada kegiatan amal Jum’at ini seluruh anggota dari organisasi SKI berkegiatan keliling sekolah lingkup SMP BSS dengan membawa kotak amal yang menyediakan bagi siapapun yang ingin menginvestasikan Sebagian hartanya dijalan Allah. Kegiatan ini merupakan penunjang dari diadakannya kunjungan kepada kalangan anak yatim setelah terkumpulnya donasi didalamnya, sehingga amal Jum’at ini nantinya akan menggelar event santunan yatim-piatu, oleh karenanya membutuhkan pengumpulan dana dari para investor kalangan SMP BSS.

Pada kegiatan ini mahasiswa PPL FAI UNISMA juga ikut berkeliling untuk membantu perkembangan dari kegiatan ini Bersama para warga organisasi SKI tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jum’at pagi setelah morning greating siswa dan izin sebelum ahirnya menyusul untuk mengikuti KBM di kelasnya masing-masing.

Menurut narasumber kegiatan ini tidak konsisten dijalankan disetiap pekan, karena beberapa kesibukan organisasi ini yang lain, oleh sebab itu para mahasiswa PPL FAI UNISMA baru menjumpainya pada beberapa pekan terahir saja, tentu setelah kami akrab dengan organisasi tersebut dan pada periode perkenalan kami belum ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. (*)

INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow