International Student Exchange Cross Cultural between Universitas Islam Malang and FHU Japan 2025
Universitas Islam Malang (Unisma) baru saja menjadi tuan rumah bagi acara pertukaran budaya yang sangat istimewa. Pada tanggal 25 Februari 2025,

TIMESINDONESIA, MALANG – Universitas Islam Malang (Unisma) baru saja menjadi tuan rumah bagi acara pertukaran budaya yang sangat istimewa. Pada tanggal 25 Februari 2025, kampus ini menjadi saksi bisu jalinan persahabatan antara mahasiswa Indonesia dan Jepang dalam acara "International Student Exchange Cross Cultural between Universitas Islam Malang and Fukuyama Heisei University (FHU), Japan". Acara ini bukan sekadar pertukaran pelajar biasa, tetapi juga sebuah jembatan budaya yang menghubungkan dua negara dengan kekayaan tradisi yang berbeda.
Acara yang diinisiasi oleh Office of International Affairs (OIA) Unisma ini dihadiri oleh dr. Hj. Erna Sulistyowati, M.Kes., Ph.D. selaku Wakil Rektor 1 Universitas Islam Malang, enam mahasiswa dari Fukuyama Heisei University (FHU), Japan, didampingi oleh profesor dari FHU, Riko Umeki, Ph.D., beberapa dekan dari berbagai fakultas di Unisma. Selain itu, acara ini menjadi ajang kolaborasi lintas disiplin ilmu, dengan partisipasi sebelas mahasiswa Unisma dari berbagai fakultas, yaitu: Nawwal (Pendidikan Bahasa Inggris), Berliandiva Aulia Rusmadani (Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris), Mira Pramesti (Pendidikan Islam Anak Usia Dini), Safina (Matematika), Aqila Faustina Amorita Azzah (Akuntansi), Dinda Salwa Nabila (Ilmu Administrasi Publik), Muhammad Imannuddin (Ilmu Administrasi Publik), Harashta Bani' Azka (Akuntansi), Reika (Pendidikan Bahasa Inggris), Reyhan (Pendidikan Bahasa Inggris), dan Muhammad Nafi Izzuddin (Agribisnis). Kehadiran mereka memperkaya perspektif dalam pertukaran budaya ini dan menunjukkan betapa seriusnya kedua universitas dalam menjalin kerja sama yang erat dan berkelanjutan.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Dalam acara ini, para mahasiswa dari kedua negara saling berbagi pengetahuan tentang metode pembelajaran yang diterapkan di masing-masing negara. Mereka juga berpartisipasi dalam berbagai permainan khas Jepang yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman tentang budaya Jepang. Salah satu permainan yang paling menarik adalah Onomatopoeia, di mana para peserta harus menebak suara-suara sehari-hari seperti suara makan, suara panggilan telepon, dan suara menggosok gigi. Gohon gohon" (ゴホンゴホン): Suara batuk yang berat, dsb. Permainan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan wawasan baru tentang budaya Jepang yang unik karena Onomatope (onomatopoeia dalam bahasa Inggris) adalah kata-kata yang meniru suara atau menggambarkan kondisi tertentu. Dalam bahasa Jepang, onomatope sangat kaya dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Salah satu momen yang paling berkesan dalam acara ini adalah ketika Bapak Dr. Imam Wahyudi Karimullah, S.S., M.A., Kepala Office of International Affairs (OIA) Unisma, menjelaskan arti kata "Malang" dalam bahasa Indonesia. Beliau mengungkapkan bahwa Malang memiliki arti "Unlucky" atau "keadaan tidak beruntung". Namun, pernyataan ini langsung dibantah dengan hangat oleh profesor dari FHU. Beliau menyatakan bahwa bagi mereka, Malang adalah tempat yang jauh dari kata "unlucky". "For us, Malang is more than lucky. We feel very fortunate to be here," ucapnya dengan senyum lebar. Kutipan ini disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta, menunjukkan betapa hangatnya suasana persahabatan yang terjalin.
Acara ini tidak hanya memberikan manfaat bagi para mahasiswa, tetapi juga bagi kedua universitas. Melalui pertukaran budaya ini, Unisma dan FHU dapat memperluas jaringan kerja sama mereka dan membuka peluang untuk kolaborasi di masa depan. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang promosi budaya Indonesia di mata dunia internasional.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
"Kami sangat senang dapat menjadi tuan rumah bagi acara pertukaran budaya ini. Kami berharap, melalui acara ini, para mahasiswa dari kedua negara dapat saling memahami dan menghargai perbedaan budaya masing-masing," ujar Wakil Rektor I Unisma dalam sambutannya.
Acara ini ditutup dengan sesi foto bersama dan pertukaran cinderamata. Para mahasiswa dari kedua negara terlihat sangat akrab dan bersemangat untuk menjalin persahabatan yang lebih erat di masa depan. Pertukaran budaya ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan budaya bukanlah penghalang untuk menjalin persahabatan dan kerja sama. Pihak FHU menyampaikan harapan yang tulus untuk dapat kembali hadir di Unisma pada tahun mendatang, membawa serta semangat persahabatan dan kolaborasi yang telah terjalin. Sampai jumpa tahun depan!
Jangan lewatkan informasi penting dan menarik seputar OIA Unisma! Kunjungi dan ikuti akun Instagram kami di @oia_unisma_malang (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Apa Reaksi Anda?






