Gubernur Khofifah Kagumi edOTEL SMKN 1 Jombang Setara Hotel Berbintang
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan redesain edOTEL SMKN 1 Jombang dan mendorong sekolah tersebut berproses menuju BLUD. Ia juga meresmikan revitalisasi sarpras pendidikan senilai Rp46,
JOMBANG Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi fasilitas edOTEL SMKN 1 Jombang yang dinilai sebagai salah satu sarana praktik perhotelan terbaik di Jawa Timur. Atas dasar itu, ia mendorong sekolah tersebut segera berproses menuju status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Hal itu disampaikan Khofifah saat meresmikan redesain edOTEL SMKN 1 Jombang. Menurutnya, keberadaan hotel pendidikan tersebut menunjukkan keseriusan sekolah dalam meningkatkan kompetensi siswa, khususnya di bidang perhotelan dan pariwisata berbasis praktik langsung.
“SMKN 1 Jombang ini sudah waktunya menuju BLUD. Prosesnya memang membutuhkan identifikasi dan dukungan anggaran. Sekolah yang menunjukkan keseriusan seperti ini perlu mendapat penguatan agar mencapai hasil yang strategis,” ujar Khofifah, Kamis (12/3/2026).
edOTEL SMKN 1 Jombang dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang pembelajaran praktik perhotelan, antara lain restoran, 17 kamar penginapan dengan tiga tipe, ruang pertemuan berkapasitas 20 hingga 200 orang, mushala, galeri, lobi, serta fasilitas pendukung lainnya.
Khofifah juga mengapresiasi penamaan sejumlah ruang pertemuan yang menggunakan nama tokoh nasional asal Jombang, seperti Gus Dur, KH Wahab Chasbullah, dan KH Wahid Hasyim. Menurutnya, penamaan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk meneladani semangat perjuangan para tokoh bangsa.
Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga meresmikan rehabilitasi dan revitalisasi sarana prasarana pendidikan di 51 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di wilayah Kabupaten Jombang, Nganjuk, dan Blitar dengan total anggaran Rp46,8 miliar.
Rinciannya, Kabupaten Jombang menerima alokasi Rp13,9 miliar untuk 16 sekolah, Kabupaten Nganjuk Rp13,3 miliar untuk 14 sekolah, dan Kabupaten Blitar Rp19,5 miliar untuk 21 sekolah.
Menurut Khofifah, program tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas pendidikan menengah dan vokasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman serta kebutuhan dunia kerja.
“Revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung proses belajar,” katanya.
Ia menegaskan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi. Karena itu, pembangunan fasilitas sekolah harus diiringi dengan peningkatan kualitas pembelajaran serta komitmen seluruh warga sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp1 juta kepada 30 siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Jombang, Nganjuk, dan Blitar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan program revitalisasi sarana prasarana sekolah merupakan upaya pemerintah untuk mendorong pemerataan layanan pendidikan yang layak.
“Dengan fasilitas yang lebih baik, proses pembelajaran diharapkan semakin optimal sehingga guru dan siswa dapat menikmati layanan pendidikan yang berkualitas,” ujar Aries.
Ia juga meminta seluruh warga sekolah turut menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. (*)
Apa Reaksi Anda?