AMSI dan BPS Perkuat Sinergi Media Jelang Sensus Ekonomi 2026 di Tengah Tekanan Global

AMSI dan BPS memperkuat kolaborasi media menjelang Sensus Ekonomi 2026 untuk memastikan penyebaran data akurat di tengah tekanan ekonomi global dan tantangan AI.

April 25, 2026 - 14:54
AMSI dan BPS Perkuat Sinergi Media Jelang Sensus Ekonomi 2026 di Tengah Tekanan Global

JAKARTA - Kolaborasi antara media dan lembaga statistik dinilai semakin krusial di tengah tekanan ekonomi global yang dinamis. Hal ini mengemuka dalam forum diskusi kelompok terarah (FGD) yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

FGD bertema “BPS Memperkuat Peran Media dalam Penyebaran Informasi Akurat melalui Sensus Ekonomi 2026 di Tengah Resistensi Ekonomi” tersebut berlangsung di Hotel Asialink, Batam, Sabtu (25/4/2026), dengan menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan dari sektor statistik dan media.

Kepala BPS Kepulauan Riau Toto Haryanto Silitonga menyampaikan, gejolak politik dan ekonomi global saat ini berdampak luas, termasuk terhadap potensi krisis energi dan fluktuasi harga.

“Gejolak global berdampak hingga krisis energi. Semua itu dapat ditangkap melalui data, sehingga perlu kolaborasi dengan media agar informasi yang disampaikan ke publik tetap akurat,” ujarnya.

Menurut Toto, BPS secara rutin merilis data berbasis fakta setiap bulan untuk menggambarkan kondisi ekonomi riil. Peran media menjadi penting untuk memastikan data tersebut dipahami masyarakat secara tepat.

Ia juga menyoroti karakteristik Kepulauan Riau sebagai wilayah kepulauan yang bergantung pada pasokan kebutuhan pokok dari luar daerah, sehingga rentan terhadap gejolak harga.

“Ratusan komoditas kami pantau, rata-rata mengalami kenaikan sekitar dua persen setiap bulan,” ungkapnya.

Melalui Sensus Ekonomi 2026, BPS akan memotret kondisi perekonomian secara menyeluruh, termasuk perubahan struktur ekonomi dalam satu dekade terakhir, mencakup sektor usaha, ekonomi digital, hingga aspek lingkungan sebagai dasar perumusan kebijakan nasional.

Pelaksanaan sensus dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026. BPS mengajak seluruh pihak, termasuk media, untuk berperan aktif dalam menyukseskan pendataan tersebut.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Tribun Batam Prawira Maulana menyebut data BPS selama ini menjadi rujukan utama dalam produksi berita. Namun, ia menyoroti tantangan baru akibat perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memengaruhi perilaku konsumsi informasi publik.

“Masyarakat kini cenderung mengakses ringkasan informasi dari AI tanpa membuka sumber media. Dampaknya, trafik media dapat turun signifikan dan memengaruhi monetisasi,” ujarnya.

Wakil Ketua Umum AMSI Upi Asmaradhana menilai, kondisi ekonomi nasional saat ini berada dalam situasi yang tidak biasa di tengah tekanan global yang belum sepenuhnya mendukung target pertumbuhan ekonomi.

“Target pertumbuhan ekonomi enam persen cukup menantang, sementara saat ini masih di kisaran 5,11 persen,” katanya.

Ia menegaskan, BPS memiliki peran strategis sebagai penyedia data objektif, sementara AMSI berfungsi sebagai penghubung dalam mendistribusikan informasi tersebut kepada publik melalui media.

Momentum Sensus Ekonomi 2026 dinilai menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kolaborasi tersebut, sekaligus memastikan proses pendataan berjalan transparan, akuntabel, dan menghasilkan data yang dapat dipercaya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow