Berita Terkini

Ruli

Mendagri Kembali Kirim 20 Kepala Daerah Ke Harvard

Mendagri Kembali Kirim 20 Kepala Daerah Ke Harvard
(ist)
TIMES.CO.ID, Jakarta -

Program pengiriman kepala daerah ke Harvard Kennedy School Amerika Serikat, akan terus dilanjutkan. Untuk tahun ini, Kementerian Dalam Negeri, akan kembali mengirimkan 20 kepala daerah ke sekolah bergengsi tersebut, untuk belajar segala hal tentang kebijakan publik.

 

 

" Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi kembali memberangkatkan sekitar 20 orang kepala daerah untuk mengikuti pendidikan singkat satu bulan di Harvard Kennedy School Amerika Serikat," kata Staf Ahli Mendagri Bidang Hukum, Politik, dan Hubungan Antarlembaga, Reydonnyzar Moenek, di Jakarta, Minggu (25/8).

 

Namun menurut Reydonnyzar, pola pelatihan kepala daerah untuk tahun ini, akan berbeda seperti sebelumnya. Para kepala daerah yang akan ikut pelatihan, terlebih dahulu akan menjalani pendidikan dan pelatihan manajemen transportasi. Mereka akan dididik di  North Western University Transportation Center (NUTC). Amerika Serikat.

 

" Tahun 2013 ini, Program pendidikan kepala daerah ke Harvard Kennedy School diintegrasikan dengan program Transportation Policy Development, Planning, and Management di NUTC Chicago Amerika Serikat," katanya.

 

Reydonnyzar juga menungkapkan, tahun sebelumnya, 38 orang kepala daerah telah mengikuti pelatihan dan pendidikan di Harvard. Untuk tahun ini, mereka yang terpilih, selain belajar di Harvard,  juga akan menjalani pendidikan di NUTC Chicago Amerika Serikat. Mereka yang dikirim, dipilih dari para kepala daerah dan wakil kepala daerah yang telah mengikuti program pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan Badan Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Dalam Negeri.

 

"Dalam pelatihan ini, para kepala daerah didampingi oleh Ketua Bappeda masing-masing agar inovasi yang dipikirkan oleh kepala daerah dapat ditindaklanjuti dengan program-program yang nyata dari jajaran teknis di bawahnya," kata Reydonnyzar.

 

Menurut dia, program pendidikan dan pelatihan tersebut, tujuannya agar para pemangku kebijakan di daerah itu paham serta menguasai lingkup tugasnya. Juga untuk membangun mental inovatif dari para kepala daerah. Diharapkan, sepulang dari negeri Paman Sam, mereka bisa melakukan berbagai macam inovasi dan kreativitas dalam tugasnya.

 

"Termasuk, meningkatkan daya implementasi dari program-program pemerintahan yang ada, termasuk persoalan transportasi,"ujar mantan Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri tersebut.

 

Hasil dari program yang sudah dilakukan dalam beberapa gelombang, kata dia, telah mulai dirasakan. Contohnya, banyak dari para kepala daerah alumni Harvard, kini bersemangat menerapkan  e-government di daerahnya masing-masing. Para alumni juga, sudah mulai membangun pelayanan dengan standar yang jelas, yang bertumpu pada asas efektivitas dan efesiensi.

 

"Mereka juga telah mampu menginventarisasi persoalan lapangan secara langsung dengan kunjungan rutin kepala daerah beserta perangkatnya ke desa-desa, serta penerapan standar pelayanan minimal di bidang kesehatan, pendidikan, dan pengolahan sampah," tuturnya.

 

Bahkan kementeriannya juga mencatat, beberapa daerah cukup berhasil dalam program pengembangan sektor agrobisnisnya. Program  pertanian, perkebunan, dan kelautan juga mulai dilakukan dengan skala prioritas yang jelas.

 

" Begitu pun dengan penerapan pelayanan rumah sakit yang tanpa kelas, sudah banyak yang menerapkannya," katanya

 

(Rli/Rli)